Pada tanggal 22 Januari 2010 yang lalu, Pemerintah mengeluarkan Peraturan baru yang memberikan standarisasi besarnya uang Pemasukan Negara Bukan Pajak (PNBP) untuk pelayanan pada BPN, yaitu Peraturan Pemerintah No. 13 Tahun 2010 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Berlaku Pada Badan Pertanahan Nasional.
Peraturan baru tersebut menyusul standarisasi besarnya PNBP untuk pelayanan masyarakat di lingkungan Departemen Hukum dan HAM RI (Depkumham) sebagaimana ditetapkan dengan PP No. 32 Tahun 2009. Dimana pada PP No. 32/2009 tersebut sudah dibuat standarisasi baku untuk pelayanan di bidang Pendaftaran Jaminan Fidusia, Pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual, pendaftaran keimigrasian, dan lain sebagainya.
Sebagaimana halnya dengan PP No. 32/2009 yang memberikan rincian mengenai tarif resmi yang dikutip di lingkungan Depkumham untuk pelayanan tertentu, dalamn PP No. 13/2010 ini secara rinci juga memberikan deskripsi mengenai tarif2 untuk masing-masing pelayanan pertanahan. Berdasarkan keterangan di lapangan pada beberapa kantor Pertanahan, kapan mulai berlakunya ketentuan mengenai tarif baru ini masih simpang siur. Para petugas Kantor Pertanahan tertentu menyatakan bahwa peraturan ini akan mulai diberlakukan secara serentak terhitung sejak hari Senin, tanggal 8 Februari 2010 besok. Namun demikian, pihak humas IPPAT, menjelaskan bahwa Peraturan ini belum berlaku dan masih menunggu juklak nya dari BPN Pusat.
Terdapat peningkatan biaya yang cukup signifikan dalam tarif resmi tersebut dibandingkan dengan tarif yang sebelumnya berlaku selama ini. Kenaikan yang cukup menyolok terutama terjadi pada uang pemasukan negara (yang biasa dikenal dengan SPS), yang selama ini merupakan satu-satunya biaya resmi yang di atur oleh PP; yaitu dimana semula sebesar RP. 25.000,– (duapuluh lima ribu rupiah), naik 100% menjadi sebesar Rp.50.000,– (limapuluh ribu rupiah).
Biaya lain yang cukup siginifikan contohnya adalah dalam pemasangan Hak Tanggungan. Pada PP No. 13/2010 ini ditetapkan bahwa untuk pendaftaran hak tanggungan, yang dihitung masing-masing per bidang, dikenakan PNBP masing-masing:
a. untuk nilai sampai dengan RP. 250jt sebesar Rp. 50.000,–
b. untuk range Rp. 250jt sampai dengan Rp. 1 Milyar, sebesar Rp. 200.000,–
c. untuk di atas Rp. 1 Milyar sampai Rp. 10 Milyar sebesar Rp. 2.500.000,–
d. untuk di atas Rp. 10 Milyar sampai Rp. 1 Trilyun sebesar Rp. 25jt
e. di atas Rp. 1 Trilyun, sebesar Rp. 50jt
Karena perhitungannya dikenakan per bidang, maka tentunya PNBP tersebut akan berbeda untuk pendaftaran hak tanggungan yang terdiri dari beberapa sertifikat.
Kenaikan tersebut diharapkan tidak mempengaruhi pula kenaikan biaya “lain-lain” yang sudah jamak berlaku di masing-masing kantor pertanahan, Karena memang selama ini dalam prakteknya, masyarakat tidak hanya dikutip biaya PNBP atau SPS yang resmi sebesar Rp. 25rb saja.Jika di samping tarif PNBP yang berlaku resmi tersebut masih ada biaya “lain-lain”, maka hal tersebut akan berakibat pada semakin tingginya biaya yang harus dibayar oleh masyarakat dalam mendapatkan suatu pelayanan di bidang pertanahan.
Hal yang Positif dari ditetapkannya PP No. 13 Tahun 2010 adalah: diharapkan dengan adanya pemberlakuan tarif secara resmi yang secara nasional tersebut dapat membuat standarisasi dan aturan baku yang jelas dalam pelayanan di bidang pertanahan. Peningkatan tarif tersebut diharapkan juga berakibat langsung dengan peningkatan pelayanan masyarakat di bidang pertanahan.
Tulisan seorang newcomer....membuat catatan untuk alur IMAJINASI yang akan menampilkan JATI DIRI , berbagai AKTIFITAS dan INFORMASI yang tentunya menjadi hal yang bermanfaat. Untuk sekedar share info/ilmu hubungi: email: arigawa@gmail.com
Minggu, 07 Februari 2010
Kamis, 28 Januari 2010
Jalan Hidup....Januari begitu indah ..!
Gak nyangka sepuluh tahun yang lalu..seorang pemuda bodoh melanjutkan pendidikan yang tertatih..tatih..blom tamat S1..berjalan pada hari-hari di persimpangan jalan...pesimis hidup selalu muncul.....mencoba untuk bangkit ..
Sekarang jalan hidupku berpeluang optimis ...semoga 2010 ini tahun keberuntungan ...semoga ..
Terimakasih Tuhan...terimakasih Ibu..Kakakku On Notary...Mbok Dek selalu mengurus anak2ku..my darling..Sri..
Tidak lupa my seniorku di Bali dan Jogja...saya tidak lupa.....Iwan..Rai..Rudi Satria, Ari..Gek Ratih ttg ilmu2nya ...juga Jogjaku great support mr Wahyu W jendral Trigus..Ikhwanul..dan lainnya ...trimakasih Jogja
Jakarta ..thank to Menteri P. Akbar,,,anda hebat ..!! jarang menteri seperti anda ...gebrakan muantabb...Pak Parno..Purnomo..Inggrid yg membantu semua di Departemen. Tidak lupa rekan2ku semua ..N RAi..Benny,, Ariana...Susila Gambringg...Ajik Tilkom..Nanik..K Adi..Cokgus,...Jayax...thank for all......
Sekarang jalan hidupku berpeluang optimis ...semoga 2010 ini tahun keberuntungan ...semoga ..
Terimakasih Tuhan...terimakasih Ibu..Kakakku On Notary...Mbok Dek selalu mengurus anak2ku..my darling..Sri..
Tidak lupa my seniorku di Bali dan Jogja...saya tidak lupa.....Iwan..Rai..Rudi Satria, Ari..Gek Ratih ttg ilmu2nya ...juga Jogjaku great support mr Wahyu W jendral Trigus..Ikhwanul..dan lainnya ...trimakasih Jogja
Jakarta ..thank to Menteri P. Akbar,,,anda hebat ..!! jarang menteri seperti anda ...gebrakan muantabb...Pak Parno..Purnomo..Inggrid yg membantu semua di Departemen. Tidak lupa rekan2ku semua ..N RAi..Benny,, Ariana...Susila Gambringg...Ajik Tilkom..Nanik..K Adi..Cokgus,...Jayax...thank for all......
Kamis, 31 Desember 2009
Tahun Baru 2010
Suasana begitu meriah disanan sini suara mercon ..diatas langit hampir seantero kota Denpasar.....begitu bising ..di Renon apalagi di lapangan Bajra Sandhi...sangat heboh..apa seperti ini suasana kiamat 2012..hehheeh hujan kembang api di udara itu seperti hujan meteor.......
Hanya setengah jam saja berada disana ..lalu pulang..mencari ketenangan ..tapi tak pernah kan ada ......
Hanya setengah jam saja berada disana ..lalu pulang..mencari ketenangan ..tapi tak pernah kan ada ......
Langganan:
Postingan (Atom)